Archive for September, 2006

Everything Will Flow?

Friday, September 29th, 2006

Watch the early morning sun
Drip like blood from the day
See the crazy people run
So many games to play
See the blue suburban dream
Under the jet plane sky
Sleep away and dream a dream
Life is just a lullaby

Ah Ah Ah
And everything will flow

Watch the day begin again
Whispering into the night
See the crazy people play
Hurrying under the light
A million cars, a million trains
Under the jet plane sky
Nothing lost and nothing gained
Life is just a lullaby

Ah Ah Ah
And everything will flow

Watch the day begin again
Whispering into the night
See the crazy people play
Hurrying under the light
A million cars, a million trains
Under the jet plane sky
Nothing lost and nothing gained
Life is just a lullaby

Ah Ah Ah
And everything will flow

The neon lights in the night tonight will say
Everything will flow
The stars that shine in the open sky will say
Everything will flow
The lovers kissed with an openness will say
Everything will flow
The cars parked in the hypermarket know
Everything will flow…

(Everything Will Flow,"Suede")

Met Ramadhan…..(narsis edition) :)

Wednesday, September 20th, 2006

Assalamualaikum Wr,Wb….

Buat Saudara2ku yang sama-sama merindukan bulan Ramadhan….

            Mata kalian memang sering salah melihat diriku….
            Mulut kalian memang sering salah berucap tentangku….
            Hati kalian memang sering  salah menduga perasaanku…..

Engga usah repot-repot kirim ucapan minta maaf ya….karena aku dah maafin semua kesalahan kalian kok…. :))

Met Puasa ya…!

“oh begini to…”

Sunday, September 17th, 2006

Kebenaran adalah sesuatu yang multi facet (bagi yang tidak tahu seperti saya). Karena apa ? Kalau Rambo (atau Mannix?) mengatakan :”Danger is my middle name !!!” Maka Kebenaran atau al Haqqu adalah salah satu Attribute Allah. Jadi Kebenaran adalah hal yang tidak dapat ditangkap. Kalau kebenaran datang, maka umumnya kita tidak dapat lagi berdebat. Kalau menurut istilah iklannya salah satu cereal “Mana Sempat?” Ketika Nabi Musa a.s. menyampaikan keinginannya untuk dapat melihat Allah (karena dia merasa sudah mendapat privilege bisa bercakap-cakap langsung dengan Allah, lalu mengira boleh dong melihat Allah), maka dijawab Allah :”Kamu tidak dapat melihat Aku.” Lanjut Allah :”Tapi begini saja. Kamu lihat bukit (atau gunung) disana itu ? Kalau kamu tetap bisa melihat gunung itu ketika nanti saya hadirkan Diri Ku kesana, maka artinya kamu bisa melihat saya.” Maka Allah tajjali kepada gunung tersebut. Gunung itu lebur (hilang) dan Nabi Musa pingsan. Setelah siuman dia memohon ampun.

Artinya kalau yang benar datang maka yang batil (lawannya benar) akan hilang. Kita semua tahu bahwa kita akan mati. Mati adalah salah satu kebenaran. Tapi sebelum maut itu datang, kita hanya bisa mereka-reka saja. Begini. Begitu. Begitu maut itu datang, mungkin kitapun tak sempat mengatakan :”oh begini to mati itu.” Ketika kebenaran di dalam al Qur’an datang (down load) ke diri Nabi Muhammad s.a.w., ya beliau tidak mungkin merasa perlu mendebat :”Kenapa babi haram? Kenapa ini begini? Kenapa itu begitu?”

(Sutono bin Joyosuparto, Hidup adalah belajar…belajar adalah hidup)

J*D*H :)

Sunday, September 10th, 2006

Hehe….tulisan ini diambil dari sebuah milis spesial  buat si Neng sahabatku yang malam minggu kemarin curhat habis2an via telepon :)

==============================================================

JODOH…..
(Versi Hafizah Nur)

Baru-baru ini saya mendapat undangan pernikahan dari dua orang teman di dunia cyber. Turut berbahagia membaca undangan yang menyiratkan rasa syukur dan bahagia dari kedua orang teman saya itu. Barokallahu lak, wa baroka ‘alaik, wa jama’a baynakumaa fil khoir…

Teringat kembali pertemuan saya dengan sang suami tercinta. Tak terasa sudah lima tahun lamanya kami disatukan dalam keindahan ibadah yang bernama pernikahan ini. Kami dipertemukan Allah dalam waktu yang sangat singkat, hanya sebulan, sebelum akhirnya sepakat melangsungkan pernikahan. Padahal sebelumnya sama sekali tidak saling kenal.

Salah seorang teman saya di atas malah sebaliknya. Bertahun-tahun mereka saling kenal. Tak ada berita sedikitpun keduanya menjalin kasih sebelum itu. Tiba-tiba datang undangan yang cukup mengejutkan hampir semua orang yang mengenalnya. judulnya ‘hubungan rahasia’ yang alhamdulillahnya diakhiri (atau diawali?) dengan pernikahan.
Jodoh oh jodoh… benar -benar rahasia Allah yang tidak terduga. Ada orang yang sudah bertahun-tahun pacaran, tapi tak kunjung menikah, akhirnya malah menikah dengan orang yang baru beberapa hari ditemui.

Ada juga kakak kelas saya yang aktifis dakwah kampus. Suaminya aktifis di tempat yang sama. Sering beradu argumen dalam rapat-rapat kepengurusan. Sampai panas-panasan kalau sudah berdebat. Tahu-tahu dijodohkan Allah setelah beberapa tahun lepas dari kepengurusan. Saya tidak tahu, apakah aksi adu debatnya terus berlanjut setelah mereka menikah atau tidak

Ada juga seorang teman yang jatuh cinta dengan sesama aktifis di kampus. Tahu-tahu pas lulus orang yang disukainya itu dilamar orang. Dan berjodoh dengan orang yang baru dikenalnya. Patah hati? mungkin sedikit, tapi life must go on… ada cita-cita yang lebih besar, yang perlu perhatian besar, dari pada berlama-lama menata hati yang hancur. Bagi saya, inilah bingkai keimanan yang selalu positif dalam merespon takdir Allah, seberapa pun menyakitkannya takdir itu…

Ada juga orang-orang yang sampai di usia mapan belum juga mendapatkan seorang pendamping. Mungkin alasannya bermacam-macam. Belum ketemu yang cocok, fisik calon yang disodorkan kurang sempurna, sampai masalah pendapatan yang belum cukup untuk menghidupi anak isteri dalam kehidupan yang keras ini.

Bagi saya sebenarnya cuma satu saja alasannya, Allah belum mentakdirkannya menemukan belahan jiwa. Yang saya maksud dengan takdir itu adalah seluruh usaha untuk memenuhi takdir itu, mau pun ketetapan Allah dalam perjodohan itu sendiri.

Dalam hal ini sulit untuk dipaksakan. Masalah selera, kecenderungan jiwa akan keindahan dan kesholihan adalah hak prerogatif setiap orang. Meskipun masalah keimanan kepada takdir Allah tercakup di dalamnya. Dan seharusnya, bagi setiap muslim, masalah keimanan inilah yang utama.

Ya… itulah. Sulit kalau membicarakan topik yang satu ini. Karena ini merupakan satu dari rahasia Allah yang sangat banyak jumlahnya di dunia ini.

Robbanaa hablanaa min azwaajina wa zurriyyatinaa qurrota a’yun, waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa..
(Ya Allah, berikanlah pasangan dan anak-anak yang menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa)