Bubur Panas… (Tekad bukan Nekat) :)

Tekad, tak sekedar angan-angan. Angan dan
lamunan hanya membuang waktu. Melambung, mengangkasa dan lupa diri, tak mampu
mengubah keadaan.

Tekad, menggerakkan nurani jiwa yang
melahirkan bahasa tubuh. Beringsut dan berangsur untuk melakukan aksi nyata.
Terlihat mantap dan gesit menerobos halang rintang dan menata strategi.

Bila ingin mengawali sesuatu yang besar,
ingin mengentaskan kemelut persoalan, berawallah dari tekad yang kuat.

Namun dalam kenyataan selalu ada banyak
problem dan kendala di depan mata. Karenanya, tekad saja tentu tidak cukup.
Perlu keteraturan langkah dan berkesinambungan. Tekad membaja dengan semangat
juang dan pengorbanan.

Tekad, bukan berarti nekat apalagi
membabi-buta. Ianya harus mengenali siapa dirinya, dan pada siapa ia bergelut,
akan kemana ia melangkah? Tekad yang tanpa perhitungan dapat berakibat
kehancuran, kebinasaan yang justru akan sulit untuk bangkit lagi.

Adakalanya suatu persoalan begitu
kompleks, tak ubahnya menyantap bubur panas. Bila hanya bermodal kenekatan
saja, justru bibir dan lidah akan rusak. Tak boleh langsung disantap, perlu
kesabaran dan langkah yang benar. Bubur tersebut tak bisa disantap sekaligus,
tapi butuh waktu!

Lain halnya, bila tekad matang menjadi
andalan. Untuk menyantap bubur itu, tak perlu tergesa-gesa. Menyantap dengan
hati-hati dari bagian terdekat. Berawal dari bagian yang paling pinggir,
terjangkau dan mengukur sejauh mana kekuatan kita agar tidak kepanasan.
Pastinya, bubur akan terasa lebih nikmat.

Ternyata ilustrasi bubur panas ini
mengandung hikmah pelajaran. Bahwa untuk mengawali sesuatu tak bisa dengan cara
instant. Rasulullah butuh 13 tahun untuk menanamkan akidah. Al-Quran tidak
turun sekaligus.

Selangkah demi selangkah, mengukur
kekuatan. Berawal dari yang terkecil, berawal dari yang bisa kita lakukan,
berawal dari yang terjangkau. Bila tekad dan usaha ini telah berjalan
beriringan, tinggallah bertawakal kepada Allah. Allah akan menghargai setiap
tekad kita, setiap proses yang kita tempuh.

(Tekad tak berarti nekad; SQ,April2008)

One Response to “Bubur Panas… (Tekad bukan Nekat) :)”

  1. amie Says:

    Great article.. kukira aku bisa hadapi semua, ternyata kuncinya harus sabar..

Leave a Reply