Archive for December, 2008

2008…2009… ; 1429…1430…

Wednesday, December 31st, 2008

Mengarungi samudera kehidupan
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
‘kan menjadi saksi pengorbanan

Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya

Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya

Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada lantakkan keangkuhan

Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Mengoyak dan menumbang kezaliman

Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan

Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam

Allahu ghaayatunaa
Ar-Rasuulu qudwatunaa
Al-Qur’aanu dusturunaa
Al-Jihadu sabiiluna
Al-Mautu fii sabilillah Asma amaanina

Allah adalah tujuan kami
Rasulullah teladan kami
Al Qur’an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi

(Tekad, Bingkai Kehidupan)

Kepongpong

Friday, December 5th, 2008

Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan

Ups… akhirnya hari ini bisa kembali online… setelah hampir seminggu hilang ditelan pradaban Prabumulih.

Lumayan bisa ngobrol via ym, dengan sahabat terdekatku…. dan entah apa yang terjadi disebrang sana…. dalam satu hari ini kayaknya sudah beberapa kali bilang kata-kata: aku pengen kerja bareng kamu gung, gimana caranya ya?”….” waduh gung, aku rindu se tim sama orang2 kayak kamu”…” udah mulai agak gerah…heheh”

Fuih… senang rasa bisa bersama orang2 dekat… bisa saling membantu dan tentu bisa saling ngingetin jika diri ini berbuat salah….

Ya Insya Allah, one day, one day….

==================================================

“Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: …dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,… ” (HR Bukhari)